SELAMAT DATANG, SUGENG RAWOEH DI BLOGK PETERNAKAN KAMBING GUNUNG PEGAT FARMS

Kamis, 18 Agustus 2011

GEJALA MELAHIRKAN PADA KAMBING

GEJALA DAN PROSES MELAHIRKAN PADA KAMBING.
Pengelolaan induk menjelang melahirkan, saat melahirkan dan beberapa saat setelah anak dilahirkan merupakan salah satu periode singkat naum kritis bagi pencapaian produktivitas seekor induk kambing. Diperlukan berbagai tindakan persiapan yang mendetail ataupun tindakan pada saat melahirkan maupun setelah dilahirkan untuk terutama mencegah kematian baik induk maupun anak yang dilahirkan. Sehubungan dengan itu, maka kemampuan menduga secara akurat saat melahirkan seekor induk akan sangat membantu keberhasilan manajemen melahirkan secara keseluruhan.

Beberapa tanda yang menunjukan bahwa seekor induk akan melahirkan perlu dipahami. Beberapa hari sebelum melahirkan maka terlihat ambing menjadi penuh , mengeras dan berkilat, walaupun dapat terjadi bahwa seekor induk tidak menunjukan perubahan pada ambing. secara nyata saat menjelang melahirkan. Vulva mulai membengkak dan terjadi relaksasi otot didaerah pinggul. Tanda akan melahirkan semakin jelas beberapa jam sebelum melahirkan seperti induk sering berbaring dan berdiri, gelisah didalam kandang, sering memalingkan kepala kebagian belakang tubuh, keluarnya cairan putih dari vulva, mengangkat ekor dan mengeluarkan suara. Gejala tersebut dapat berlangsung singkat dalam beberapa jam atau berlangsung selama 12-24 jam. Pada umumnya seekor induk tidak membutuhkan pertolongan pada saat melahirkan kecuali pada kasus tertentu, misalnya posisi anak yang tidak normal. Penanganan kesehatan juga perlu diperhatikan apabila cairan yang keluar dari vulva berubah dari berwarna putih menjadi kemerahan.
Tahapan berikutnya dalam proses melahirkan biasanya ditandai dengan keluarnya kantong air yang dapat tetap utuh ataupun pecah. Kentong air kediua dapat juga muncul dengan warna cairan yang lebih gelap. Setelah kantong air ini keluar dari vulva induk biasanya membaringkan diri, kemudian berdiri lalu berbaring kembali. Hal ini dapat terjadi beberapa kali sebelum melahirkan. Anak biasanya lahir kurang lebih 30 menit setelah kantung air keluar atau pecah. Induk yang segera akan melahirkan seperti terlihat adanya cairan putih.bening yang keluar dari vulva
Persiapan yang perlu dilakukan untuk proses melahirkan:
• Siapkan kandang untuk induk-anak atau buat sekat dalam kandang untuk induk-anak.
• Induk yang akan melahirkan menunjukan tanda tanda seperti gelisah, menggesekan kaki di lantai,sering menoleh kebelakang, mengeluarkan cairan putih yang kental.
• Secara normal induk tidak membutuhkan bantuan untuk melahirkan, naum penting memperhatikan apakah ternak membutuhkan bantuan untuk mengeluarkan janin.
• Proses melahirkan biasanya tidak lebih dari ½ jam.
• Jika ada kelahiran lebih dari satu selang melahirkan antara anak biasanya sekitar 15 menit
• Ikat tali pusar dan olesi dengan larutan iodium untuk mencegah infeksi
• Setelah anak terakhir dilahirkan kantong plasenta muncul dan lepas dalam 4-5 jam
• Cek apakah induk memproduksi susu dan saluran puting terbuka dengan memeras puting secra lembut
• Induk diberi air minum yang dicampur dengan konsentrat setelah melahirkan seluruh anak yang dikandun
g
 

Rabu, 17 Agustus 2011

MANAJEMEN PAKAN INDUK BUNTING

 MANAJEMEN PAKAN PADA INDUK BUNTING
Pengelolaan pakan pada induk bunting dapat dibagi menjadi dua periode yaitu periode awal masa kebuntingan dan periode akhir masa kebuntingan. Periode awal kebuntingan berlangsung selama 3-4 bulan pertama usia kebuntingan dan periode akhir kebuntingan berlansung selama 1-2 bulan sebelum melahirkan.
Selama awal masa kebuntingan tingkat kebutuhan induk akan nutrisi tidak berbeda jauh dengan kebutuhan induk yang tidak bunting. Oleh karena itu, kondisi pakan yang diberikan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok (maintenance). Dengan kata lain, induk cukup diberikan pakan hijauan dengan kualitas yang baik (tanaman muda, rasio daun/batang tinggi) dalam jumlah tidak terbatas (15-20% dari bobot tubuh) dan diberikan 2-3 kali dalam sehari. Apabila kondisi pakan ini dapat dipenuhi, maka pemberian konsentrat tidak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan nutris induk. Salah satu indikasi yang mudah digunakan untuk mengetahui apakah jumlah hijauan yang diberikan sudah mencukupi adalah ada tidaknya sisa pakan pada keesokan harinya. Kombinasi rumput dengan tanaman legum seperti Glirisidia, Lamtoro, Kaliandra ataupun Indigospera sangat bermanfaat. Daun legum dapat diberikan sebanyak 500-1000 g/ekor/hari dalam bentuk segar, tergantung ketersediaan bahan. Apabila ketersediaan legum sangat terbatas, pemberiannya dapat dilakukan secara berselang atau intermittent. Induk kambing yang belum terbiasa dengan salah satu jenis legume tersebut biasanya membutuhkan waktu adaptasi selama 1-2 minggu sebelum mampu mengkonsumsi dalam jumlah banyak.
Dalam periode akhir masa kebuntingan (1-2 bulan sebelum melahirkan) kebutuhan nutrisi induk meningkat secara tajam, oleh karena pada periode ini pertumbuhan janni didalam kandungan meningkat tajam. Penggunaan pakan konsentrat yang mengandung banyak energy, protein dan vitamin perlu dipertimbangkan. Dalam periode ini peningkatan asupan nutrisi diperlukan untuk 1) pertumbuhan janin secara maksimal dan 2) pembentukan cadangan lemak dan protein dalam tubuh induk agar dapat digunakan sebagai sumber nutrisi selama masa menyususi.
Pakan konsentrat dari bahan baku yang tersedia secara lokal sangat baik diberikan kepada induk kambing sedang bunting tua dan sedang menyusui.

 
 

Minggu, 14 Agustus 2011

CARA MENDETEKSI KEHAMILAN KAMBING

Mendeteksi Kehamilan Kambing


Sahabat ingin tahu cara mudah untuk mengetahui apakah kambing sudah hamil atau belum setelah dikawinkan, lakukan cara sederhana berikut ini ; tali leher kambing dengan tiang/pilar agar tidak lari, kemudian tutup mulut dan hidung kambing dengan tangan secara rapat sambil berhitung dalam hati satu sampai tiga puluh misalnya, bila dalam hitungan tiga puluh (kurang lebih 30 detik) kambing yang hidung dan mulutnya tertutup tidak dalam keadaan kencing berarti kambing belum hamil, namun bila kambing terkencing-kencing diperkirakan telah hamil sekitar 1 s/d 2 bulan, bila kambing terkencing-kencing dalah hitungan 20 detik diperkirakan sedang hamil sekitar 3 s/d 4 bulan dan bila kambing terkencing dalam hitungan 10 detik diperkirakan kambing dalam keadaan hamil tua sekitar 5 bulan.

Cara ini diajarkan oleh salah seorang mantri hewan yang kebetulan memerika kehamilan di kandang etawa farm, awak kandang etawa farm telah belajar mempraktekannya, kebenaran perkiraan usia kehamilannya akan sama-sama kami buktikan setelah melahirkan.

Mungkin ada sahabat yang memiliki cara yang lebih efektif atau sudah ada alat tes kehamilan dan cara memperkirakan usia kehamilan kambing etawa, dengan senang hati apabila ada yang berkenan berbagi kepada kami.    

Senin, 14 Februari 2011

MANAJEMEN PETERNAKAN





 




Berternak kambing merupakan suatu peluang bisnis yang bagus, baik untuk diekspor maupun untuk di dalam negeri. Daging kambing adalah sumber protein hewani, susu domba menjadi minuman bergizi, dan kulitnya menjadi bahan kerajinan.
Berikut petunjuk untuk budidaya kambing:
(1) Lokasi peternakan: sebaiknya dipilih daerah yang luas, tenang, ada sumber air dan makanan, dan relatif tidak dekat dengan perumahan.
(2) Bibit kambing : pilih kambing yang sehat (tidak berpenyakit), keturunan dari kambing yang berprosentasi kesuburan dan kelahiran tinggi dan kecepatan tumbuh dengan prosentase karkas yang baik. Calon induk dipilih yang berumur 1,5 – 2 tahun, tidak bercacat, bentuk perut normal, dan punya nafsu kawin tinggi. Pejantan dipilih yang berumur 1,5 – 2 tahun, tidak cacat dan berbadan normal serta turunan dari kelahiran dua ekor (sepasang).
(3) Kandang: gunakan bahan yang awet, luas disesuaikan dengan jumlah ternak (1,5 m2 per ekor), mudah dibersihkan, dan kena sinar matahari.
(4) Pemberian Pakan: dibedakan dalam dua cara:(a) digembalakan/dilepas mencari makan di lapangan dan (b) dikurung dalam kandang dan disediakan makanan yang terdiri dari daun hijauan, pakan penguat (konsentrat), garam, dan makanan pelengkap.
(5) Pemeliharaan: kandang selalu dibersihkan, minimal sekali dalam seminggu. kambing yang sakit segera dipisahkan dan diobati. Lakukan vaksinasi pada domba-domba yang sehat. Induk yang bunting dipisah tersendiri dan diberi makanan yang baik secara teratur. Induk yang baru melahirkan diberi hijauan dan makanan tambahan untuk penguat. Anak yang baru lahir dibersihkan dan diberi makanan khusus.